Home > Campaign updates, Uncategorized > Surat Kamerad Somyot dari Penjara

Surat Kamerad Somyot dari Penjara

Somyot Pruksakasemsuk
Penjara Petchaboon
231 Praputabat Rd, Ni-Muaeng
Muaeng, Petchaboon 67000

30 Desember 2011

Yang terhormat
Delapan organisasi HAM Internasional,
Izinkan saya mengekspresikan perasaan bahagia dan mengucapkan terima kasih atas munculnya sebuah gerakan kampanye perlindungan hak asasi manusia yang begitu berharga di Thailand. Tindakan kalian, delapan organisasi hak asasi manusia internasional, yang tersebar di Asia, Eropa dan Kanada, yang bersatu dan menuntut pemerintah Thailand untuk membebaskan saya, Somyot Pruksakasemuk, dan yang paling penting merevisi UU No. 112 atau yang disebut Lese Majeste Law, sangat berarti bagi saya dan demokrasi di Thailand.
Undang-undang Nomor 112 adalah UU pidana dengan hukuman berat yang sudah terbentuk lama dan telah digunakan untuk mengikis kebebasan dan hak-hak masyarakat Thailand. Sepanjang tahun ini tercatat ada 109 sidang perkara dan lebih dari sepuluh ribu website ditutup berkenaan dengan UU ini. Mereka yang baru menjadi tersangka pelanggaran, langsung ditahan dan dipenjarakan untuk waktu yang lama dan tidak menerima hak mereka untuk membayar denda.
Selama 50 tahun saya hidup, masih terekam dalam memori saya empat bentuk kekerasan politis yang berakar dari Lese Majeste Law, yaitu, pembunuhan terhadap pemimpin mahasiswa, anggota serikat buruh, dan bahkan para politikus. Telah banyak nyawa-nyawa tidak bersalah yang hilang. Memang banyak juga orang-orang Thailand yang berhasil melarikan diri ke luar negeri, namun, selama ini kebanyakan masyarakat Thailand memang seperti menutup mata terhadap pelanggaran-pelangaran dan penindasan hak asasi di negerinya sendiri.

Kolaborasi delapan organisasi hak asasi manusia internasional dengan masyarakat akademis dan juga serikat-serikat buruh dalam membentuk sebuah gerakan solidaritas dan kampanye pembebasan Somyot Pruksakasemsuk dan tuntutan revisi Lese Majeste Law, memiliki dampak positif bagi para aktivis Thailand. Di antaranya, kesadaran untuk bersinergi dengan masyarakat internasional dan bersama-sama menuntut perbaikan UU No.112. Kami, para aktivis Thailand, bahkan menuntut agar undang-undang ini dihapuskan dari negeri setelah 50 tahun lamanya memakan banyak korban.

Betapapun beratnya menjalani hukuman penjara, saya sangat berharap kampanye menentang undang-undang ini terus berjalan. Kalau pun saya harus selamanya berjuang menentang undang-undang ini dari balik jeruji, maka itu yang akan saya lakukan.

Bakti saya pada serikat,Somyot Pruksakasemsuk

Note: Saya mendengar berita bahwa ada seorang laki-laki berusia 61 tahun, Mr. Amphol Tangnopphakun, sekarang ini masih mendekam di penjara akibat jeratan Less Majestic Law, diberlakulan terhadapnya hukuman penjara 20 tahun. Untuk itu saya ingin mengutip kata-kata dari seorang Jerman, Martin Niemoller (14 Januari 1982 – 6 Maret 1984)

Awalnya mereka mengincar para katolik,
Tapi aku seorang protestan.. jadi aku diam saja.
Lalu mereka datang mencari para komunis,
Aku bukan seorang komunis…jadi aku diam saja.
Kemudian mereka mulai mengincar para anggota serikat buruh,
Tapi aku bukan anggota…jadi aku diam saja.
Terakhir mereka mencari-cari orang yahudi,
Aku bukan yahudi…jadi aku diam saja.
Saat mereka datang untuk menahanku… tidak ada lagi orang yang tersisa untuk bicara.

(dari Matichon 9-15 December 2011)

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: